1.Pengertian Bumi
|
B
|
Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi Bumi dari sinar ultraviolet. Perbedaan suhu permukaan Bumi adalah antara -70 °C hingga 55 °C bergantung pada iklim setempat. Sehari dibagi menjadi 24 jam dan setahun di Bumi sama dengan 365,2425 hari. Bumi mempunyai massa seberat 59.760 miliar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi. Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan sebagai unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis Bumi dipatok sebagai 1.
Bumi memiliki diameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan Bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen dan 1% uap air, karbondioksida dan gas lain.
Bumi diperkirakan tersusun atas inti dalam Bumi yang terdiri dari besi nikel beku setebal 1.370 kilometer dengan suhu 4.500 °C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair setebal 2.100 kilometer, lalu diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi Bumi dan akhirnya sekali diselimuti oleh kerak Bumi setebal kurang lebih 85 kilometer.
Kerak Bumi lebih tipis di dasar laut yaitu sekitar 5 kilometer. Kerak Bumi terbagi kepada beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng (teori pergeseran benua) yang menghasilkan gempa Bumi.
Titik tertinggi di permukaan Bumi adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter dan titik terdalam adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau terdalam adalah Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau terbesar adalah Laut Kaspia dengan luas 394.299 km2.
2.Lapisan Lapisan Bumi
Namun
sebenarnya pada saat ini ditemukan sebuah fakta bahwa bumi tidak lagi hanya
mempunyai 3 lapisan, tapi 7 lapisan. Pengukuran-Pengukuran dan
percobaan-percobaan terbaru menunjukkan bahwa artikel yang berisi nukleus dari
bumi itu berada di bawah tekanan yang sangat tinggi, tiga juta kali lebih dari
permukaan bumi. Di bawah tekanan seperti itu, zat berubah bentuk menjadi solid,
dan hal ini pada waktunya membuat inti bumi itu sangat solid. Inti bumi ini
dikelilingi suatu lapisan zat cair dengan suhu yang sangat tinggi. Ini berarti
bahwa ada dua lapisan di dalam inti bumi, bukan satu. Satu lapisan di dalam
pusat yang dikelilingi lapisan zat cair. Hal itu diketahui sesudah alat-alat
pengukur dikembangkan dan memberi para ilmuwan suatu perbedaan yang jelas antar
lapisan-lapisan bumi bagian dalam. Jika kita turun ke bawah bumi yang keras,
kita akan menemukan lapisan batu-batu yang sangat panas, yaitu batu yang
berfungsi untuk membungkus. Setelah itu ada tiga lapisan terpisah, di mana
masing-masing itu berbeda kepadatan, tekanan dan suhu yang berbeda-beda.
Lapisan
Lapisan Bumi
Gambar
ini menunjukkan tujuh lapisan bumi, memberitahukan bahwa kerak bumi adalah
lapisan sangat tipis yang disusul dengan mantel dengan berbeda-beda
ketebalannya, lalu disusul lapisan-lapsan yang terdiri zat cair, dan diakhiri
dengan yang lapisan ketujuh, yaitu nukleus padat. Para ilmuwan juga menemukan
bahwa atom terdiri dari tujuh lapisan atau tingkatan, dan hal ini membuktikan
keseragaman ciptaan, di mana bumi mempunyai tujuh lapisan dan atom-atom
mempunyai tujuh lapisan juga. Tujuh lapisan bumi itu sangat berbeda-beda dari
segi struktur, kepadatan, suhu dan bahannya.
Lapisan luar bumi secara
keseluruhan sering disebut atmosfer. Atmosfer adalah lapisan gas yang
melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai
jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas
permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi.
Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang
terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain
berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula dilakukan untuk
memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan
tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang
dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih
baik tentang atmosfer berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya.
Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan
sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air,
dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi
sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan
malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.Troposfer.
Lapisan ini berada pada level yang terrendah, campuran gasnya paling ideal untuk menopang kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini kehidupan terlindung dari sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Dibandingkan dengan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin tekanan dan kelembaban yang kita rasakan sehari-hari berlangsung. Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Biasanya, jika ketinggian bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 17℃ sampai -52℃. Pada permukaan bumi yang tertentu, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut.
Lapisan ini dianggap sebagai bagian atmosfer yang paling penting, karena berhubungan langsung dengan permukaan bumi yang merupakan habitat dari berbagai jenis mahluk hidup termasuk manusia, serta karena sebagain besar dinamika iklim berlangsung pada lapisan troposfer. Susunan kimia udara troposfer terdiri dari 78,03% nitrogrn, 20,99 oksigen, 0,93% argon, 0,03% asam arang, 0,0015% nenon, 0,00015% helium, 0,0001% kripton, 0,00005% hidrogen, serta 0,000005% xenon
Di dalam troposfer terdapat tiga jenis awan, yaitu awan rendah (cumulus), yang tingginya antara 0 – 2 km; awan pertengahan (alto cumulus lenticularis), tingginya antara 2 – 6 km; serta awan tinggi (cirrus) yang tingginya antara 6 – 12 km.
Troposfer terbagi lagi ke dalam empat lapisan, yaitu :
1. Lapisan Udara Dasar
Tebal lapisan udara ini adalah 1 – 2 meter di atas permukaan bumi. Keadaan di dalam lapisan udara ini tergantung dari keadaan fisik muka bumi, dari jenis tanaman, ketinggian dari permukaan laut dan lainnya. Keadaan udara dalam lapisan inilah yang disebut sebagai iklim mikro, yang memperngaruhi kehidupan tanaman dan juga jasad hidup di dalam tanah.
2. Lapisan Udara Bawah
Lapisan udara ini dinamakan juga lapisan-batasan planiter (planetaire grenslag, planetary boundary layer). Tebal lapisan ini 1 – 2 km. Di sini berlangsung berbagai perubahan suhu udara dan juga menentukan iklim.
3. Lapisan Udara Adveksi (Gerakan Mendatar)
Lapisan ini disebut juga lapisan udara konveksi atau lapisan awan, yang tebalnya 2 – 8 km. Di dalam lapisan udara ini gerakan mendatar lebih besar daripada gerakan tegak. Hawa panas dan dingin yang beradu di sini mengakibatkan kondisi suhu yang berubah-ubah.
4. Lapisan Udara Tropopouse
Merupakan lapisan transisi antara lapisan troposfer dan stratosfer terletak antara 8 – 12 km di atas permukaan laut (dpl). Pada lapisan ini terdapat derajat panas yang paling rendah, yakni antara – 46 o C sampai – 80o C pada musim panas dan antara – 57 o C sampai – 83 o C pada musim dingin. Suhu yang sangat rendah pada tropopouse inilah yang menyebabkan uap air tidak dapat menembus ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi, karena uap air segera mengalami kondensasi sebelum mancapai tropopouse dan kemudian jatuh kembali ke bumi dalam bentuk cair (hujan) dan padat (salju, hujan es).
Statosfer
Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin yaitu – 70oF atau sekitar – 57oC. Pada lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu.Disini juga tempat terbangnya pesawat. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada lapisan ini. Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi semakin bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan konsentrasi ozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra ungu. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18oC pada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya.
Lapisan stratosfer dibagi dalam tiga bagian yaitu:
a. Lapisan udara isoterm; terletak antara 12 – 35 km dpl, dengan suhu udara – 50o C sampai -55oC.
b. Lapisan udara panas; terletak antara 35 – 50 km dpl, dengan suhu – 50o C sampai + 50o C.
c. Lapisan udara campuran teratas; terletak antara 50 – 80 km dpl, dengan suhu antara +50o C sampai -70o C. karena pengaruh sinar ultraviolet, pada ketinggian 30 km oksigen diubah menjadi ozon, hingga kadarnya akan meningkat dari 5 menjadi 9 x 10-2 cc di dalam 1 m3
Mesosfer
Kurang lebih 25 mil atau 40km diatas permukaan bumi terdapat lapisan transisi menuju lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, sampai menjadi sekitar – 143oC di dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu kurang lebih 81 km diatas permukaan bumi. Suhu serendah ini memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es. Daerah transisi antara lapisan mesosfer dan termosfer disebut mesopouse dengan suhu terendah – 110o C.
Termosfer
Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km. Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 1982oC. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra ungu. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh. Molekul oksigen akan terpecah menjadi oksegen atomik di sini. Proses pemecahan molekul oksigen dan gas-gas atmosfer lainnya akan menghasilkan panas, yang akan menyebabkan meningkatnya suhu pada lapisan ini. Suhu pada lapisan ini akan meningkat dengan meningkaknya ketinggian.
Ionosfer
Ionosfer dibagi menjadi tiga lapisan lagi, yaitu:
a. Lapisan Udara E
Terletak antara 80 – 150 km dengan rata-rata 100 km dpl. Lapisan ini tempat terjadinya proses ionisasi tertinggi. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara KENNELY dan HEAVISIDE dan mempunyai sifat memantulkan gelombang radio. Suu udara di sini berkisar – 70o C sampai +50oC .
b. Lapisan udara F
Terletak antara 150 – 400 km. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara APPLETON.
c. Lapisan udara atom
Pada lapisan ini, benda-benda berada dalam lbentuk atom. Letaknya lapisan ini antara 400 – 800 km. Lapisan ini menerima panas langsung dari matahari, dan diduga suhunya mencapai 1200o C
Fenomena aurora yang dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi di lapisan ini.
Eksosfer
Merupakan lapisan atmosfer yang paling tinggi. Pada lapisan ini, kandungan gas-gas atmosfer sangat rendah. Batas antara ekosfer (yang pada dasarnya juga adalah batas atmosfer) dengan angkasa luar tidak jelas. Daerah yang masih termasuk ekosfer adalah daerah yang masih dapat dipengaruhi daya gravitasi bumi. Garis imajiner yang membatasi ekosfer dengan angkasa luar disebut magnetopause. Adanya refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga disebut sebagai cahaya Zodiakal.
Lapisan
Bumi
Menurut komposisi (jenis dari
materialnya), Bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan sebagai berikut:
Sedangkan menurut sifat mekanik
(sifat dari material)-nya, Bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan sebagai
berikut:
·
Litosfir
·
Mesosfir
Inti Bumi bagian luar merupakan
salah satu bagian dalam Bumi yang melapisi inti Bumi bagian dalam. Inti Bumi
bagian luar mempunyai tebal 2250 km dan kedalaman antara 2900-4980 km. Inti
Bumi bagian luar terdiri atas besi dan nikel cair dengan suhu 3900 °C.
Inti Bumi bagian dalam merupakan
bagian Bumi yang paling dalam atau dapat juga disebut inti Bumi. inti Bumi
mempunyai tebal 1200km dan berdiameter 2600km. Inti Bumi terdiri dari besi dan
nikel berbentuk padat dengan temperatur dapat mencapai 4800 °C
3.Mengenal Struktur Lapisan Bumi
Bumi adalah anggota
tata surya yang reliefnya tidak rata . Bumi terdiri dari beberapa lapisan ,
yaitu inti dalam , inti luar , mantel dan kerak bumi. Inti bumi terdiri dari
inti luar dan inti dalam merupakan masa cair liat yang sangat kental dan sangat
panas , terdiri dari nikel dan besi. Suhu di pusat bumi mencapai lebih dari
2.500 ° C. Pada bagian mantel berupa masa cair yang liat dan sangat panas
dengan masa jenis 3 – 8 yang terdiri dari silisium dan magnesium. Sedangkan
lapisan yang paling luar berupa massa padat yang dinamakan kulit bumi atau
kerak bumi. Kerak bumi ini
dingin dan padat terapung diatas lapisan mantel yang cair liat.
Secara
terperinci struktur bumi mempunyai lapisan sebagai berikut :
1.
Kerak bumi (crust)
Lapisan ini menempati bagian paling luar dengan tebal
6-50 km. Tebal lapisan ini tidak sama di setiap tempat, di benua tebalnya 20-50
km, samudra 0-5km atau bersamaan dengan air diatasnya sekitar 6-12 km. Tersusun
dari materi-materi padat yang kaya silisium dan uluminium. Kerak bumi ini dapat
dibagi 2 yaitu:
·
Lapisan granitis yaitu lapisan yang kaya
akan batuan granit, lapisan ini tidak dijumpai di dasar samudra.
Lapisan
basaltis yaitu lapisan yang kaya akan material basalt.
Kerak
bumi ini dingin dan padat terapung diatas lapisan mantel yang cair liat.
Kerak bumi (crust) , selagi dalam bentuk solidnya
bersifat mobile dan mengapung diatas cairan magma. Menurut teori tektonik
lempeng, terjadi arus konveksi dibawah lapisan crust ini memaksa magma (batuan
panas/cair, yang bergerak plastis) untuk bergerak keatas. Pada titik-titik
tertentu (biasanya pada mid-ocean) magma membentuk celah/palung dan menerobos
ke permukaan. Hal ini akan menyebabkan lempeng saling bergerak menjauh atau
saling bertabrakan secara gradual. Jika pergerakan ini terjadi dengan
tiba-tiba, terjadilah gempa.
2.
Selimut bumi (mantle)
Lapisan
ini terletak di bawah kerak bumi yang mempunyai suhu kira-kira 2000° C dan pada
umumnya dibagi menjadi 3 yaitu:
·
Lhitosfer
Letaknya
paling atas dari selimut bumi, terdiri dari materi-materi yang berwujud padat
dan kaya silisium dan aluminium, tebalnya sekitar 50-100 km. Bersamaan dengan
kerak bumi sering disebut dengan lempeng lhitosfer yang mengapung diatas
lapisan yang agak kental yaitu astheonosfer.
·
Astheonosfer
Lapisan
dibawah lhitosfer yang wujudnya agak kental, kaya dengan silisium, aluminium
dan magnesium. Tebal lapisan ini sekitar 130-160 km
·
Mesosfer
Lapisan
yang lebih berat dan tebal, kaya dengan silisium dan magnesium. Tebalnya sekitar 2400-2750 km.
3. Inti bumi (core)
Inti bumi berukuran diameter 7000
km dan terdiri dari besi dan nikel. Lapisan paling luar (tebal 2200 km) merupakan liquid atau
cairan. Lapisan terdalam bersifat solid atau padat, dengan density sekitar 10.5
SG dan suhunya lebih dari 2.500° Celcius. Menurut teori, perputaran bumi pada
porosnya (rotasi) menyebabkan terjadinya arus sirkulasi pada bagian cair inti
bumi. Sirkulasi ini merupakan sumber dari medan magnet yang menyelimuti bumi.
Lapisan ini menempati bagian paling dalam dan dapat
dibagi menjadi 2 yaitu:
·
Inti bagian luar (outher core)
Tebal
lapisan ini sekitar 2160 km, kemungkinan tersusun dari materi yang kaya
silisium, besi dan magnesium.
·
Inti bagian dalam (inner core)
Tebal
lapisan ini sekitar 1320 km, tersusun dari materi yang kaya nikel dan besi
dengan densitas lebih besar.
4.Komposisi
dan struktur
Bumi adalah sebuah planet
kebumian, yang artinya terbuat dari batuan. Hal ini berbeda dibandingkan gas
raksasa seperti Jupiter.
Planet ini adalah yang terbesar dari empat
planet kebumian, baik dalam hal massa maupun ukuran. Dari keempat planet
kebumian, Bumi juga memiliki kepadatan tertinggi, gravitasi permukaan terbesar,
medan magnet terkuat dan rotasi paling cepat.
Bumi juga merupakan satu-satunya planet kebumian yang memiliki lempeng tektonik yang aktif.
Komposisi
kimia
|
Tabel
Kerak oksida F. W. Clarke
|
||
|
Senyawa
|
Formula
|
Komposisi
|
|
SiO2
|
59,71%
|
|
|
Al2O3
|
15,41%
|
|
|
CaO
|
4,90%
|
|
|
MgO
|
4,36%
|
|
|
Na2O
|
3,55%
|
|
|
FeO
|
3,52%
|
|
|
K2O
|
2,80%
|
|
|
Fe2O3
|
2,63%
|
|
|
H2O
|
1,52%
|
|
|
TiO2
|
0,60%
|
|
|
P2O5
|
0,22%
|
|
|
Total
|
99,22%
|
|
Massa Bumi kira-kira adalah 5,98×1024 kg.
Kandungan utamanya adalah besi (32,1%), oksigen (30,1%), silikon
(15,1%), magnesium (13,9%), sulfur (2,9%), nikel (1,8%), kalsium
(1,5%), and aluminium (1,4%); dan 1,2% selebihnya terdiri dari berbagai
unsur-unsur langka. Karena proses pemisahan massa, bagian inti Bumi dipercaya
memiliki kandungan utama besi (88,8%) dan sedikit nikel (5,8%), sulfur (4,5%)
dan selebihnya kurang dari 1% unsur langka.[10]
Ahli geokimia F. W. Clarke memperhitungkan bahwa sekitar 47% kerak Bumi terdiri dari
oksigen. Batuan-batuan paling umum yang terdapat di kerak Bumi hampir semuanya
adalah oksida (oxides); klorin, sulfur dan florin adalah kekecualian dan
jumlahnya di dalam batuan biasanya kurang dari 1%. Oksida-oksida utama adalah
silika, alumina, oksida besi, kapur, magnesia, potas dan soda. Fungsi utama
silika adalah sebagai asam, yang membentuk silikat. Ini adalah sifat dasar dari
berbagai mineral batuan beku yang paling umum. Berdasarkan perhitungan dari 1,672
analisis berbagai jenis batuan, Clarke menyimpulkan bahwa 99,22% batuan terdiri
dari 11 oksida (lihat tabel kanan). Konstituen lainnya hanya terjadi dalam
jumlah yang kecil. [note 3]
Bentuk
Putaran rotasi Bumi pada poros utara-selatan yang
berakibat terjadinya siang dan malam. Bentuk planet Bumi sangat mirip
dengan bulat pepat (oblate spheroid),
sebuah bulatan yang tertekan ceper pada orientasi kutub-kutub yang menyebabkan buncitan pada
bagian khatulistiwa. Buncitan ini terjadi karena rotasi Bumi, menyebabkan ukuran diameter
katulistiwa 43 km lebih besar dibandingkan diameter dari kutub ke kutub.
Diameter rata-rata dari bulatan Bumi adalah 12.742 km, atau kira-kira 40.000
km/π. Karena satuan meter pada awalnya didefinisikan sebagai 1/10.000.000 jarak
antara katulistiwa ke kutub utara melalui kota Paris, Perancis.
Topografi lokal sedikit bervariasi dari bentuk bulatan ideal yang
mulus, meski pada skala global, variasi ini sangat kecil. Bumi memiliki
toleransi sekitar satu dari 584, atau 0,17% dibanding bulatan sempurna (reference
spheroid), yang lebih mulus jika dibandingkan dengan toleransi sebuah bola
biliar, 0,22%. Lokal deviasi terbesar pada permukaan Bumi adalah Gunung Everest (8.848 m di atas permukaan laut)
dan Palung Mariana (10.911 m di bawah permukaan laut). Karena buncitan khatulistiwa,
bagian Bumi yang terletak paling jauh dari titik tengah Bumi sebenarnya adalah gunung Chimborazo di Ekuador.
Proses alam endogen/tenaga endogen adalah tenaga Bumi yang berasal dari dalam Bumi. Tenaga
alam endogen bersifat membangun permukaan Bumi ini. Tenaga alam eksogen berasal
dari luar Bumi dan bersifat merusak. Jadi kedua tenaga itulah yang membuat
berbagai macam relief di muka Bumi ini seperti yang kita tahu bahwa permukaan
Bumi yang kita huni ini terdiri atas berbagai bentukan seperti gunung, lembah,
bukit, danau, sungai, dsb. Adanya bentukan-bentukan tersebut, menyebabkan
permukaan Bumi menjadi tidak rata. Bentukan-bentukan tersebut dikenal sebagai
relief Bumi.
Bumi super
Bumi super adalah planet luar surya yang lebih besar daripada Bumi tetapi lebih kecil daripada raksasa gas. Istilah Bumi super hanya merujuk pada massa planet dan tidak berhubungan mengenai kondisi permukaan atau habitat; istilah ini tidak berarti bahwa planet tersebut akan memiliki suhu atau lingkungan yang mirip dengan Bumi. Terdapat beberapa penemuan Bumi super sejak penemuan Gliese 876 d tahun 2005 oleh tim yang dipimpin oleh Eugenio Rivera. Tata surya tidak memiliki contoh planet yang merupakan Bumi super, karena planet terestrial terbesar di tata surya adalah Bumi dan semua planet yang lebih besar dari Bumi memiliki massa 14 kali massa Bumi.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH